Evafauziah's Blog

1. Pengertian Pasar Modal

Pasar modal adalah lembaga keuangan bank yang mempunyai kegiatan berupa penawaran dan perdagangan efek. Selain itu pasar modal juga merupakan lembaga profesi yang berkaitan dengan transaksi jual beli efek dan perusahaan publik yang berkaitan dengan efek. Dan pasar modal juga dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli modal/dana.

Pengertian efek:

Efek merupakan surat berharga yang meliputi antara lain surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, right issue, dan waran.

Pasar modal berbeda dengan pasar uang, perbedaannya terletak pada jangka waktu atau jatuh tempo produknya. Pasar uang dikenal sebagai pasar yang menyediakan sarana peminjaman dana dalam jangka pendek atau kurang atau sama dengan satu tahun, sedangkan pasar modal mempunyai jangka waktu panjang atau lebih dari satu tahun. Lalu perbedaan lainnya terletak pada fungsinya dimana pasar uang melakukan kegiatan mengalokasikan dana secara efektif dan efisien dari pihak yang mempunyai kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana sehingga terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan dana.

2. Kegiatan Pasar Modal

Dasar hukum pasar modal adalah UU No. 8/1995tentang penyelanggaraan dibidang pasar modal. Ada beberapa aspek yang terkait dengan pasar modal yaitu:

  1. Pelaku

Pelaku Pasar Modal adalah pembali dan penjual dana atau modal baik perorangan maupun badan usaha yang sebagian dari mereka melakukan penyisihan dananya untuk kegiatan produktif dan sebagian lain memerlukan modal atau tambahan dana untuk mengembangkan usahanya.

  1. Komoditas

Komoditas adalah barang atau produk yang diperjualbelikan dipasar modal. Yang termasuk komoditas antara lain bursa uang, modal, timah, karet, tembakau, minyak, emas, perkapalan, asuransi, perbankan, dan lainnya.

  1. Lembaga Penunjang

Lembaga penunjang adalah profesi yang berkaitan dengan aktivitas dipasar modal.

  1. Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban adalah ketentuan yang terkandung dalam kegiatan pasar modaldan harus dipatuhi oleh semua anggota.

Ada dua cara untuk melakukan pasar modal, yaitu sebagai berikut:

1)      Pasar Perdana, pembelian efek dapat dilakukan dipasar perdana, yaitu pasar yang pertama kali melakukan penawaran efek dari penjual efek (emiten) kepada masyarakat umum. Emiten melakukan penawaran surat berharga melalui prosfektus atau inforamsi penawaran surat berharga.

2)      Pasar Skunder, pembelian efek dapat pula dilakukan dipasar skunder, dengan harga efek ditentukan oleh kondisi perusahaan emiten, serta kekuatan permintaan dan penawaran efek bursa.

3. Pengelolaan Pasar Modal

Pasar mdal di Indonesia dikelola oleh Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) yang struktur organisasinya berada dibawah Departemen Keuangan.

4. Lembaga dan Profesi Penunjang

Lembaga penunjang pasar modal diantaranya adalah kustodian, penjamin emisi efek, biro administrasi efek, wali amanat, penanggung, agen pembayar, pedagang efek, broker, dan perusahaan efek.

–         Kustodian, adalah perusahaan yang memberikan jasa penitipan efek, harta yang berkaitan dengan efek, dan jasa lain termasuk menerima dividen, bunga bank, menyelesaikan transaksi efek, serta mewakili pemilik efek yang termasuk dalam penitipan kolektif.

–         Penjamin Emisi Efek, adalah lembaga penunjang pasar modal yang memiliki jenis efek yang dikeluarkan, harga yang wajar, dan jangka waktu efek.

–         Biro Administratif Efek, adalah lembaga penunjang pasar modal yang mempunyai aktivitas penyediaan jasa bagi emiten berdasarkan kontrak.

–         Wali penanggung, adalah lembaga penunjang pasar modal yang mempunyai tugas menganalisis kemampuan dan kredibilitas emiten, melakukan penilaian terhadap kekayaan emiten yang diterima sebagai jaminan, melakukan pengawasan terhadap kelancaran pembayaran kewajiban emiten, dan juga melakukan tugas sebagai agen utama pembayaran.

–         Penanggung, adalah orang yang mempunyai tanggung jawab    penuh atas terpenuhinya pembayaran pinjaman pokok obligasi beserta bunganya dari emiten kepada para pemegang obligasi secara tepat waktu, terutama apabila emiten tidak dapat memenuhi kewajibannya.

–         Agen Pembayar, bertugas membayar bunga obligasi yang umumnya dilakukan setiap dua kali dalam setahun dan pelunasan obligasi itu pada saat jatuh tempo.

–         Pedagang Efek, fungsi pedagang efek adalah menciptakan pasar bagi efek tertentu dan menjaga keseimbangan harga serta memelihara likuiditas efek dengan cara membeli dan menjual efek tertentu dipasar skunder.

–         Perantara Perdagangan Efek, bertugas menerima order beli dan order jual dari investor untuk kemudian ditawarkan ke bursa efek.

–         Perusahaan efek, bertugas menjalankan bertugas menjalankan aktivitas diantaranya penjamin emisi efek, perantara efek, dan manajer investasi.

Profesi penunjang pasar modal juga diperlukan untuk mendukung kegiatan pasar modal sehingga dapat berjalan dengan baik. Profesi penunjang tersebut diantaranya adalah notaris, akuntan publik, konsultsn hukum, dan perusahaan penilai.

5. Produk- Produk Pasar Modal

Ada beberapa produk pasar modal diantaranya adalah:

1)      Reksadana, adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya atau investor menyerahkan sejumlah dana tertentuuntuk digunakan sebagai modal berinvestasi.

2)      Obligasi, adalah instrumen surat berharga yang cukup banyak diperjualbelikan dipasar modal.

3)      Saham, adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan tertentu pada perusahaan penerbit saham yang bersangkutan.

6. Sanksi Di Pasar Modal

Ada beberapa hal yang tidak daiperkenankan dalam kegiatan atau aktivitas di pasar modal, diantaranya:

  1. Manipulasi dalam kegiatan perdagangan efek secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Melakukan perdagangan yang dilakukan oleh orang dalam atau pihak yang dipersamakan dengan orang dalam.

Atas pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tersebut, pelaku dipasar modal akan mendapatkan sanksi sebagai berikut:

  • Sanksi administrasi berupa peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha, pembatalan perjanjian, dan pembatalan pendaftaran.
  • Sanksi pidana berupa pidana kurungan atau penjara.
Iklan

Ekonomi kapitalisme berdiri berlandaskan hak milik khusus atau hak milik individu. Ia memberikan pada individu hak milik apa sja sesukanya dari barang-barang yang produktif dan konsumtif, tanpa adanya ikatan apapun atas kemerdekaan dalam memiliki, membelanjakan maupun mengeksploitasi kekayaannya.
Sikap ekonomi kapitalisme dalam hak milik sesuai sandaran falsafahnya yaitu falsafah individualisme, yang memandang bahwa individu merupakan proses segala yang ada dan kebahagiaan individu, kemerdekaan, dan kebebasannya merupakan cita-cita sistem politik dan ekonomi.
Sebaliknya dari ekonomi kapitalisme adalah ekonomi sosialisme, yang berlandaskan hak milik umum atau hak milik orang banyakyang diperankan oleh negara atas alat-alat produksi.
Sikap terhadap hak milik sesuai dengan falsafah yang merupakan sandaran ekonomi sosialis yaitu falsafah kolektivisme, yang beranggapan bahwa dasar pokok adalah orang banyak. Individu merupakan bagian dari salah satu anggota dari orang banyak. Ia tak dapat hidup diluar, dan tak dapat merasakan kebebasannya kecuali dalam lingkungan mereka. Ia tak memiliki hak-hak kecuali yang diakui dan memenuhi syarat terpeliharanya orang banyak.
Adapun ekonomi islam, ia mempunyai sikap tersendiri terhadap hak milik, berbeda dari sikap ekonomi kapitalis dan sosialis. Ekonomi islam menganggap kedua macam hak milik pada saat yang sama sebagai dasar pokok, bukan sebagai pengecualian.
Keterikatan Hak Milik dalam Islam
Hak milik dalam ekonomi islam, baik hak milik khusus maupun hak milik umum, tidaklah mutlak. Tetapi terikat oleh ikatan-ikatan untuk merealisasikan kepentingan orang banyak dan mencegah bahaya, yakni hal yang membuat hak milik menjadi tugas masyarakat. Semua ikatan-ikatan ini pada dasarnya kembali kepada pandangan islam tentang hak milik. Bagi orang yang mengamati nash-nash Al-Qur’an akan menemukan dasar pokok tentang harta dan segala bentuk dan macamnya, Semua itu adalah milik Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam surat thaha:6 yang artinya
“kepunyaan-nyalah semua yang ada dilangit, semua yang ada di bumi, semua yang diantara keduanya dan semua yang ada dibawah tanah”.(QS. Thaha:6)
Kalau harta seluruhnya milik Allah, maka tangan manusia hanyalah tangan suruhan untuk menjadi khalifah. Maksudnya manusia adalah khalifah-khalifah Allah dalam mempergunakan dan mengatur harta.
Penghormatan islam terhadap hak milik tampak jelas dalam penghormatannya terhadap harta benda yang merupakan tumpukan hak milik ini penghormatan harta ini tampak:
1. Syariat menganggap harta termasuk lima tujuan yang wajib dijaga dan dipelihara. Lima tujuan ini adalah:agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta.
2. Syariat melarang orang melanggar ketentuan atas harta ini dengan bentuk apapun dari bentuk pelanggaran.

Cara-cara memperoleh hak milik, hak milik biasanya dapat diperoleh dengan cara-cara sebagai berikut:
1) Bercocok tanam dan menghidupkan tanah-tanah yang mati
2) Bekerja
3) Kontrak-kontrak hak milik dengan segala macam-macamnya seperti jual beli, pemberian dll
4) Pergantian kedudukan dengan cara mewariskan atau mewasiatkan
5) Penantian
Islam mengakui cara tersebut kecuali cara yang kelima yaitu memperoleh hak milik dengan cara penantian. Gambarannya adalah seseorang meminjamkan sejumlah uang kepada orang lain dalam jangka waktu tertentu. Bila masanya habis orang yang meminjam harus mengembalikan jumlah uang yang dipinjamnya beserta bunganya.yang demikian itu adalah riba atau tambahan.

Keterikatan Hak Milik Khusus
Islam mengikat kemerdekaan terhadap seseorang dalam menggunakan hak milik khususnya dengan ikatan-ikatan yang menjamin tidak adanya bahaya terhadap orang lain atau mengganngu kemaslahatan umum islam sangat menyangkut didalam hak milik. Meskipun hak milik itu diadakan untuk memperoleh satu kepentingan umum, Tetapi ia masih terikat sehingga tidak menimbulkan bahaya. Sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya adalah penganiayaan. Agar lebih ada kecocokan antara kemaslahatan untuk mensyariatkan hak tersebut dan bahaya yang kadang-kadang timbul dalam menggunakan hak itu maka perlunya keseimbangan antara kepentingan orang yang mempunyai hak dari segi ukuran kepentingan tersebut. Kalau kepentingan hak itu yang lebih kuat maka tidak ada halangan baik haknya namun kalau yang lebih kuat adalah bahaya terhadap orang lain. Maka haknya dibatasi dengan ikatan yang menjamin tercegahnya mara bahaya. Bahkan islam memperbolehkan pencabutan hak milik dari pemiliknya, manakala ia tak bisa menggunakan hak miliknya secara baik. Adapun cara penyesuaian lainnya adalah hal-hal yang ditentukan oleh syariat islam. Contohnya: kewajiban menahan harta atas orang yang idiot atau gila karena kedua-duanya tidak bisa menggunakan hartanya dengan baik, dan dikhawatirkan akan menghamburkan kekayaannya sehingga menimbulkan bahaya terhadap ahli warisnya dan umumnya. Jelas, dapat diketahui bahwa hak milik bukanlah mutlak tetapi terbatas dengan ikatan-ikatan untuk menghilangkan mara bahaya terhadap orang lain.
Keterikatan Hak Milik Umum
Yang dimaksud hak milik umum adalah harta yang dikhususkan untuk kepentingan umum atau kemaslahatan umat. Ini kebalikan dari hak milik khusus, pemnfaatannyahanya untuk individu semata, hak milik umum meliputi yang ada dalam negera. Contohnya: jalan-jalan, aliran sungai dsb. Negara islam telah mengakui macam hak milik ini sejak awal, sejarahnya dalam berbagai bentuk secara ringkas adalah dalam dua bentuk yang mempunyai urgensi hebat Pengaruhnya atas ekonomi negara.
Yang pertama: tanah suka adalah sebidang tanah yang diurus oleh pemerintah yang khusus dimanfaatkan untuk umat, dapat kita katakan tanah ini menjadi hak milik umum. Ini menjadi milik khusus dalam negara Rasulullah dulu pernah disuakakan tanah naqi yang digunakan untuk tempat pengumpulan kuda-kuda kaum muslimin. Adapun Umar juga pernah disuakakan sebidang tanah di Rubdzah. Umat islam yang fakir-fakir dapat menggunakan rumputnya untuk menggembalakan binatang ternak mereka. Tanah ini terlarang untuk orang-orang kaya. Pensuakakan dari Rasulullah dan Umar merupakan pengakuan adanya hak milik orang banyak, sebab dengan adanya hak milik umat islam untuk merealisasikan kemanfaatan umum yakni, dengan membuatnya sebagai tempat menggembalakan kuda-kuda dan unta mereka. Yang kedua: tanah-tanah ladang terbuka adalah tanah dari hasil rampasan perang menuntut agar tanah-tanah tersebut dibagi-bagi namun Umar berpendapat agar tanah tersebut tetap pada miliknya. Penanganan mereka atas tanah-tanah ini, bukan maksudnya memiliki tanah merupakan penanganan yang khusus, mereka hanya memiliki hasilnya dipandang sebagai pajak tanah dan tidak memiliki hak penjagaan.
Adapun keterkaitan hak milik umum itu juga pada syari’at dengan ikatan-ikatan tersebut, ikatan ini disebabkan harta benda umum harus dibelanjakan untuk tujuan-tujuan tertentu saja yang dibataskan oleh syari’at. Oleh sebab itu, pemerintah islam tidak berwenang mengeluarkan hasil-hasil zakat kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran yang dibatasi oleh surat At-Taubah:60. Sebagian lain ikatan-ikatan itu disebabkan oleh keharuskan melaksanakan kewajiban-kewajiban umum yang di fardhukan syari’at atas orang banyak. Adalah kewajiban-kewajiban yang diistilahkan dengan fardhu-fardhu kifayah seperti membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit dan sebagainya. Beban ini dipikul kemanfaatan dan penggunaannya. Disamping itu, para pemimpin boleh memperluas atau mempersempit daerah hak milik umum ini menurut keperluan maslahat orang banyak. Jadi kesipulannya: sesungguhnya hak milik umum seperti halnya hak milik khusus, masih terikat dan tidak mutlak hak milik tersebut.

1.Pengertian Keadilan
Keadilan berasal dari kata adil.Adil adalah kata sifat, sedangkan keadilan adalah kata benda perwujudan dari atau buah dari tindakan atau perbuatan yang adil itu.
Keadilan adalah memberikan setiap hak kepada pemiliknya masing-masing tanpa melebihi dan mengurangi. Sedangkan makna yang asli bagi kalimat adil (keadilan) adalah “kesetaraan dalam muamalah” karena itu ajakan islam kepada prinsip keadilan berarti mengajak kepada persamaan diantara persamaan ini adalah persamaan didalam hukum.
2.Konsep Keadilan Dalam Sistem Ekonomi Islam
a. Keadilan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah
tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa keadilan merupakan inti dari ajaran yang ada didalam Al-Qur’an. Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa maksud diwahyukannya adalah untuk membangun keadilan dan persamaan.
Salah satu uraian didalam Al-Qur’an bahwa Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan pada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.(QS An-Nahl;90).
Ayat ini menerangkan bahwa keadilan merupakan fondasi dalam seluruh aspek kegiatan dalam kehidupan. Baik itu dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi.

b. Standar Keadilan dalam Sistem Ekonomi Islam
kesenjangan pendapatan dan kekayaan alam yang ada dalam masyarakat, berlawanan dengan semangat komitmen islam terhasap persaudaraan dan keadilan sosial-ekonomi. Kesenjangan harus diatasi dengan menggunakan cara yang ditekankan islam. Diantaranya adalah dengan cara-cara berikut ini:
 Menghapuskan monopoli, kecuali oleh pemerintah untuk bidang-bidang tertentu.
 Menjamin hak dan semua pihak untuk aktif dalam proses ekonomi.
 Menjamin pemenuhan kebutuhan dasar hidup setiap anggota masyarakat.
Dengan cara itu standar kehidupan seyiap individu akan lebih terjamin. Sisi manusiawi dan kehormatan setiap individu akan lebih terjaga sesuai dengan martabat yang telah melekat pada manusia sebagai khalifah Allah dimuka bumi.
c. Macam-macam keadilan dalam ekonomi
keadilan yang merupakan fondasi dalam seluruh aspek kehidupan yang salah satunya adlah dalam aspek ekonomi, berarti nilai-nilai keadilan diimplementasikan dalam segala aktivitas ekonomi. Mulai dari produksi, konsumsi dan distribusi.
d. Hal-hal yang menghabat timbulnya keadilan
didalam mewujudkan keadilan dalam ekonomi tidak semudah yang kita kira, didalamnya juga terdapat sesuatu yang menghambat keadilan tersebut diantaranya, adalah perbedaan keahlian dan adanya klasifikasi sosial.
e. Implikasi dan konsep keadilan bagi terciptanya perekonomian yang mensejahterakan
keadilan dalm islam memiliki implikasi sebagai berikut:
Keadilan sosial
Islam menganggap manusia sebagai suatu keluarga, karenanya semua anggota keluarga ini mempunyai derajat yang sama dihadapan Allah, tidak membedakan mana yang kaya dan mana yang miskin, demikian juga tidak membedakan yang hitam dan yang putih. Secara sosial, nilai yang membedakan satu dengan yang lain adalah ketaqwaan, ketulusan hati, dan pelayanan pada kemanusiaan.
Keadaan Ekonomi
Konsep persaudaraan dan perlakuan yang sama bagi setiap individu dalam masyarakat dan dihadapan hukum harus diimbangi oleh keadilan ekonomi. Tanpa pengimbangan tersebut, keadilan sosial kehilangan makna. Dengan keadilan ekonomi, setiap individu akan mendapatkan haknya sesuai dengan kontribusi masing-masing kepada masyarakat.
Arti keadilan dalam ekonomi adalah persamaan dan keseimbangan dalam kesempatan dan sarana serta, mengakui perbedaan. Oleh sebab itu, tidak boleh ada seorang pun yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang memungkinkannya untuk melaksanakan salah satu kewajibannya. Juga tidak boleh ada seorang pun yang tidak mendapatkan sarana yang akan dipergunakan untuk mencapai kesempatan tersebut.

“ Dan Aku halalkan bagimu jual beli, dan Aku haramkan bagimu riba….’’ (Al-baqarah [2]:275)

A. Pengertian Riba
Riba berarti ‘tambahan’, yaitu pembayaran atau premi atas setiap jenis pinjaman dalam transaksi utang piutang maupun perdagangan yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman disamping pengembalian pokok, yang ditetapkan sebelumnya. secara tenis, riba pengambilan tambahan dari harta atau modal secara bathil (Saeed, 1996).Dikatakan bathil karena pemilik dana mewajibkan peminjam untuk membayar lebih dari yang dipinjam tanpa memeperhatikan apakah peminjam mendapat keuntungan atau mengalami kerugian. Menurut Abu Hanifah Riba adalah melebihkan harta dalam suatu transaksi dengan tanpa pengganti atau imbalan.
Maksudnya, tambahan terhadap barang atau uang yang timbul dari suatu transaksi utang piutang yang harus diberikan oleh berhutang kepada pihak berpiutang pada saat jatuh tempo.Apabila terjadi pertukaran barang yang digolongkan kedalam ribawi ukurannya harus sama, baik dari segi berat ataupun ukurannya. Jadi apabila seseorang menukar satu gram emas dengan orang lain maka ia harus menerima satu gram emas pula. Kalau terjadi kelebihan, maka hal tersebut adalah riba.
Riba telah berlaku dikalangan masyarakat Yahudi sebelum datangnya islam, sehingga masyarakat arab pun sebelum dan pada masa awal islam melakukan muamalah dengan cara itu. Para ulama fiqh sepakat menyatakan bahwa muamalah dengan cara riba ini hukumnya haram. Riba dilarang dalam islam secara bertahap, sejalan dengan kesiapan masyarakat pada masa itu, seperti pelarangan yang lain yaitu judi dan minuman keras. Tahap pertama disebutkan bahwa riba akan menjauhkan kekayaan dari keberkahan Allah, sedangkan sedekah akan meningkatkan keberkahan berlipat ganda (QS Ar-Rum [30];39). Tahap kedua pada awal periode madinah, praktik riba dikutuk dengan keras (QS Al-Nisa [4];161), sejalan dengan larangan pada kitab-kitab terdahulu.Riba dipersamakan dengan mereka yang mengambil kekayaan orang lain secara tidak benar, dan mengancam kedua belah pihak dengan siksa Allah yang sangat pedih. Tahap ketiga sekitar tahun kedua atau ketiga hijrah, Allah menyerukan agar kaum muslimin menjauhi riba jika mereka menghendaaki kesejahteraan yang sebenarnya sesuai islam (QS Al-Imran [3];130-132). Tahap terakhir, menjelang selesainya misi Rasulullah Saw, Allah mengutuk keras mereka yang mengambil riba, menegaskan menegakkan perbedaan yang jelas antara perniagaan dan riba, dan menuntut kaum muslimin agar menghapuskan seluruh utang piutang yang mengandung riba, menyerukan mereka agar mengambil pokoknya saja, dan mengikhlaskan kepada peminjam yang mengalami kesulitan (QS Al-baqarah [2];275-279).

B. Macam-Macam Riba
Mayoritas ulama membagi riba menjadi dua; riba fadhl dan riba nasiah.
a) Riba fadhl
Riba fadhl merupakan riba yang berlaku dalam jual beli yang didefinisikan oleh ulama fiqh yaitu; kelebihan pada salah satu barang sejenis yang diperjualbelikan dengan hukum syara’. Yang dimaksudkan dengan ukuran syara’ disini adalah timbangan atau takaran tertentu. Maka riba fadhl merupakan pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk jenis barang ribawi.ketentuan pada barang ribawi didasarkan pada hadits Nabi Saw: (memperjualbelikan) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, anggur dengan anggur, kurma dengan kurma, garam dengan garam haruslah sama, seimbang, dan tunai. Apabila jenis yang diperjualbelikan berbeda maka juallah sesuai dengan kehendakmu (boleh berlebih) asal dengan tunai. (HR Muslim dari ‘Ubadah ibn ash-shamit).
b) Riba Nasi’ah
Ulama madzhab hanafi mendefinisikan riba nasi’ah adalah:memberikan kelebihan terhadap pembayaran dari yang ditangguhkan, memberikan kelebihan pada benda dibanding pada benda yang ditakar atau ditimbang yang berbeda jenis atau selain dengan ditakar dan ditimbang yang sama jenisnya.
Yang dimaksudkan dengan menangguhkan disini adalah apabila terjadi jul beli barang ribawi dengan barang ribawi yang sama atau berlainan dan masa pembayarannya ditangguhkan. Dalam jual beli barter sejenis maupun tidak sejenis, riba nasi’ah pun dapat terjadi, yaitu dengan cara membeli barang sejenisdengan kelebihan salah satunya, yang pembayarannya tunda. Kelebihan salah satu barang sejenis atau tidak, yang diiringi dengan penundaan pembayaran pada waktu tertentu disebut riba nasi’ah.
Seiring dengan perkembangan bisnis, para ulama kontemporer membagi riba menjadi dua, yaitu riba utang piutang dan riba jual beli.kelompok pertama, dibagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Sedangkan kelompok kedua, riba jual beli, terbagi menjadi riba fadhl dan riba nasi’ah.
• Riba Qardh, yaitu suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang.
Riba jahiliyyah yaitu, huang dibayar lebih dari pokoknya, kerna si peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditentukan. Misalnya hutang nasabah pengguna kartu kredit yang terlambat pembayarannya.
C. Pendapat Ulama Tentang Bunga Bank
Dalam literatur ulama fiqh klasik dijumpai pembahasan yang saling mengaitkan antara bunga bank dengan riba, pada garis besarnya para ulama kontemporer dalam merespon hukum bunga bank terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
Pertama, kelompok yang mengharamkan bunga bank, yang termasuk kelompok ini antara lain MuhammadAbu Zahrah Abul A’la Al-maududi, Muhammad Abdul Al-arabi dan Muhammad Nejatullah Shediqi. Menurut mereka bunga bank identik dengan riba dan hukumnya haram alasannya adalah:
a) Bunga bank merupakn bentuk penindasan golongan mampu terhadap kaum dhuafa (lemah ekonomi).
b) Bunga bank akan menciptakan ketidakseimbangan kekayaan.
c) Bunga bank dapat menciptakan kondisi manusia penganggur yaitu para penanam modal dapat menerima setumpukkan kekayaan dari bunganya, sehingga mereka tidak lagi bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnnya.
d) Bunga bank dilarang karena bertentangan dengan prinsip ajaran Allah yaitu Al-Qur’an dan sunnah Rasul.
Kedua, kelompok yang menganggap syubhat diantara pakar hukum islam yang berpendapat demikian adalah Musthafa Ahmad Al-Zarqa, alasannya adalah:
a) Sistem perbankan yang berlaku hingga saat ini dapat diterima sebagai sutu penyimpanganyang bersifat sementara, dengan kata lain bahwa sistem perbankan sutu kenyataan yang tidak dapat dihindari, maka umat islam dibolehkan bermuamalah atas dasar pertimbangan darurat, tetapi umat islam senantiasa harus mencari jalan keluarnya.
b) Pengertain riba dibatasi hanya mengenai praktek riba dikalangan Arab jahiliyyah saja,yaitu yang benar-benar merupakan suatu pemerasan dari orang-orang mampu terhadap orang-orang miskin dalam utang piutang yang bersifat konsumtif, bukan utang piutang yang bersifat produktif.
c) Bank-bank dinasionalisasi sehingga menjadi perusahaan negara yang akan menghilangkan unsur-unsur eksploitasi, karena skalioun bank negara mengambil bunga sebagai keuntungan, tetapi penggunaannya bukan orang-orang tertentu, melainkan akan menjadi kekayaan negara yang digunakan untuk kepentingan umum.
Ketiga, adalah pendapat yang menghalalkan pengambilan atau pembayaran di bank konvensional, baik bank negara maupun bank swasta, pendapat ini dipelopori oleh A.Hasan adapun alasan yang digunakan adalah firman Allah dalam surat Ali-Imran:130 yang artinya sebagai berikut;
“janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda”.
Jadi yang termasuk riba menurut A.Hasan adalah bunga yang berlipat ganda, bila bunga hanya dua prosen dari modal pinjaman itu tidak berlipat ganda, maka tidak termasuk riba yang diharamkan oleh agama islam.
Perbedaan pendapat ulama diatas, umumnya terjadi pada saat perkembangan bank syariah belum sepesat seperti sekarang ini. Bahkan khusus untuk konteks Indonesia, pendapat ulama Indonesia diatas disampaikan ketika dinegara ini belum ada satupun bank yang beroperasi menggunakan sistem syariah. Untuk saat ini pendapat diatas kurang relevan mengingat perbankan syariah saat ini sudah berkembang pesat dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas khususnya yang tinggal diperkotaan. Oleh karena itu MUI melalui komisi fatwanya pada tanggal 14-16 Desember 2003 melakukan pertemuan (ijtima) ulama seindonesia yang kemudian menghasilkan keputusan bahwa sistem perbungaan (interest) adalah haram hukumnya. Walaupun demikian fatwa tersebut tetap saja memberikan pengecualian untuk daerah yang belum terjangkau, bank syariah bertransaksi dengan bank konvensional tetap diperbolehkan dengan alasan kondisi darurat.
D. Pelarangan Riba Dalam Sistem Ekonomi
Menurut Qardhawi (2002), hikmah eksplisit yang tampak jelas dibalik pelarangan riba adalah perwujudan persamaan yang adil diantara pemilik modal dengan usaha, serta pemikulan resikodan akibatnya secara berani dan penuh tanggung jawab.prinsip keadilan ini tidak memihak kepada salah satu pihak, melainkan keduanya berada pada posisi yang seimbang.
Konsep pelarangan riba dalam islam dapat dijelaskan dengan keunggulannya secara ekonomis dibandingkan dengan ekonomi konvensional. Riba secara ekonomis lebih merupakan sebuah upaya untuk mengoptimalkan aliran investasi dengan cara memaksimalkan kemungkinan investasi melalui pelarangan adanya pemastian (bunga). Semakin tinggi aliran tingkat bunga, semakin besar kemungkinan aliran investasi yang terbendung.
Implikasi pelarangan riba pada sektor riil, antara lain:
• Mengoptimalkan aliran investasi tersalur lancar ke sektor riil;
• Mencegah penumpukkan harta pada sekelompok orang, ketika hal tersebut berpotensi mengekploitasi perekonomian (eksploitasi pelaku ekonomi atas pelaku yang lain; eksploitasi sistem pelaku ekonomi.
• Mencegah timbulnya gangguan-gangguan dari sektor riil, seperti mencegah inflasi dan penurunan produktivitas ekonomi makro.
• Mendorong terciptanya aktivitas ekonomi yang adil, stabil dan sustainable melalui mekanisme bagi hasil (profit-loss sharring) yang produktif.
E. Hikmah Diharamkannya Riba
1) Riba dapat mengikis belas kasih dan rasa kemanusiaan serta dapat menimbulkan permusuhan antar sesama manusia.
2) Riba dapat memupuk rasa enak sendiri, menguntungkan dan memperkaya diri sendiri.
3) Riba dapat menjauhkan diri dari Allah SWT.
4) Riba sebagai bentuk penjajahan terhadap manusia lainnya.

A. Pengertian Uang
Berdasarkan fungsi dan tujuannya, uang secara umum adalah sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat penbayaran dalam suatu wilayah tertentu. Uang juga bisa diartikan sebagai alat penukar atau standar pengukur nilai yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak atau logam lain yang dicetak dalam bentuk dan gambar tertentu.
Fungsi uang secara umum adalah sebagai berikut :
a. alat tukar menukar
b. sebagai satuan hitung
c. penimbunan kekayaan
d. standar pencicilan utang
Dari definisi dan teori tentang uang, secara umum uang dalam islam adalah alat tukar atau transaksi dan pengukuran nilai barang dan jasa untuk memperlancar transaksi perekonomian. Uang bukan merupakan komoditi. Oleh karena itu motif memegang uang dalam islam adalah untuk transaksi dan berjaga-jaga saja, bukan untuk spekulasi.
Penggunaan uang diprioritaskan untuk memenuhi kewajiban terlebih dahulu, seperti untuk infaq keluarga, zakat, dan nazar yang jatuh waktu. Setelah itu, uang dapat digunakan untuk kegiatan yang sifatnya sunat (shadaqah, waqaf, hibah, dll), mubah (produksi, perdagangan, kerja sama, pertukaran, dan aspek ekonomi lainnya), serta makruh (memenuhi kebutuhan tertier, quertener, dan seterusnya).
Sebaliknya penggunaan uang diharamkan dalam hal ditimbun, diganakan untuk tipu daya, judi/spekulasi, riba, monopoli, bermegah-megahan dan sebagainya.

2. Uang Dalam Ekonomi Islam
Dalam sejarah kegiatan ekonomi islam, pentingnya keberadaan uang ditegaskan oleh pendapat Rasulullah Saw. Yang menganjurkan dan menyebutkan bahwa perdagangan yang lebih baik/adil adalah perdagangan yang menggunakan media uang (dinar atau dirham), bukan pertukaran barang atau barter yang dapat menimbulkan riba ketika terjadi pertukaran barang sejenis yang berbeda mutu.
Dengan keberadaan uang, hakikat ekonomi (dalam persepektif islam) dapat berlangsung dengan lebih baik, yaitu terpelihara dan meningkatnya perputaran harta diantara manusia atau pelaku ekonomi). Dengan keberadaan uang, aktivitas zakat, infaq, shadaqah, zakat,dll dapat lebih lancar terselenggara. Dengan keberadaan uang , aktivitas sektor swasta, publik, dan sosial dapat berlangsung dengan akselerasi yang lebih cepat.
Dalam ekonomi konvensional, sistem uang dan fungsi bunga dapat disamakan dengan komoditi yang menyebabkan timbulnya pasar tersendiri dengan uang sebagai komoditinya dan bunga sebagai harganya. Pasar ini adalah pasar moneter yang tumbuh sejajar dengan oasar riil(barang dan jasa) berupa pasar uang, pasar modal, pasar obligasi dan pasar derivatif. Akibatnya dalam ekonomi konvensional timbul dikotomi sektor riil dan moneter.
Dikotomi sektor riil dan moneter tidak terjadi dalam ekonomi islam karena absennya sistem bunga dan dilarangnya memperdagangkan uang sebagai komoditi sehinnga corak eknomi islam adalah ekonomi sektor riil, dengan fungsi uang sebagai alat tukar untuk memperlancar kegiatan investasi, produksi, dan perniagaan di sektor riil.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Iklan

  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Arsip